Jl. Ki Mangunsarkoro No. 6, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
024 - 8316315, 8450651
(024) 8414811
082134525006
LOGIN PELANGGAN
BERITA POPULER

Sertifikasi Industri Hijau akan Digratiskan

01 Nov 2016 10:10:00

Sumber : Website Kementerian Perindustrian dari Media Indonesia

Kementerian Perindustrian mendorong pola industri hijau sebagai upaya mendongkrak ....

Kebijakan Industri Nasional

24 Mei 2017 11:30:55

Visi pembangunan Industri Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional ....

BBTPPI menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi ISO 9001:2015

16 Agu 2016 13:00:00

Pada tahun 2015, ISO melakukan revisi beberapa standard manajemen atas persyaratan yang ditetapkan. Perkembangan terhadap pengelolaan resiko atas ....

Penerapan Tahun 2017

03 Mei 2018 09:20:00

1. Pilot Project: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di IKM Batik

  • Sanggar Batik Semarang 16 merupakan salah satu IKM Batik yang berlokasi di Semarang. Hasil penelitian pengolahan limbah berupa IPAL telah diaplikasikan di Sanggar Batik Semarang 16 dengan teknologi yang diterapkan yaitu kombinasi anaerob Upflow Anaerobic Filter (UAF), unit lumpur aktif (Activated Sludge) dan Unit wetland. Pertimbangan dalam memilih teknologi ini adalah berdasarkan karakteristik air limbah yang mana mengandung zat organik terlarut yang tinggi serta pewarna sintetis dari jenis azo dan reaktif.
  • Uji coba penerapan teknologi dilakukan pada nilai COD total inlet berkisar antara 2010 - 3699 mg/L dengan nilai pH  9,2 - 9,3 dan waktu tinggal 6 hari pada unit UAF, 24 jam pada unit Activated Sludge dan 8 jam pada unit Wetland. Efektifitas sistem UAF mencapai 69,26%, sedangkan efektifitas sistem Activated Sludge 70% dan Wetland 50%.
  • Dengan gabungan teknologi tersebut mampu mereduksi polutan air limbah batik dengan nilai COD effluent mencapai 144,1 mg/L.

2. Penerapan Teknologi Hibrid UASB - Wetland pada Industri Pengolahan Ikan menuju Industri Hijau

  • Sampai saat ini masih banyak IKM yang langsung membuang air limbahnya ke lingkungan karena terkendala oleh minimnya pengetahuan dan teknologi pengolahan limbah yang tepat bagi IKM.
  • Telah diterapkan teknologi hibrid UASB - Wetland di IKM Pengolahan Ikan Alang-Alang Tumbuh Subur, Boyolali.
  • Teknologi tersebut dipilih dengan pertimbangan mudah, cepat dan rendah biaya operasionalnya.
  • Hasil uji coba pengolahan dengan UASB menunjukkan bahwa penurunan COD rata-rata 72,3% dengan persentase penurunan tertinggi mencapai 95,42% dengan waktu tinggal selama 24 jam dan penurunan COD dengan proses Wetland rata-rata 52,9% dengan penurunan tertinggi mencapai 78,22%.
  • Secara keseluruhan proses IPAL hibrid UASB - Wetland mampu menurunkan nilai COD rata-rata sebesar 86,25% dengan penurunan tertinggi mencapai 98,58%, dan limbah terolah (effluent) sudah memenuhi baku mutu yang disyaratkan serta dapat dimanfaatkan kembali (reuse) sebagai sumber air untuk budidaya perikanan darat.
  • Penggunaan kembali air limbah untuk budidaya ikan mampu mengefisienkan sumber daya yaitu mengrurangi konsumsi air bersih.
  • Dengan adanya penerapan IPAL di industri tersebut, pada tahun 2017 IKM Alang-Alang Tumbuh Subur mendapat juara pertama Lomba IKM Tingkat Kabupaten Boyolali. Diharapkan dengan menjadi Juara I IKM yang ramah lingkungan dapat memotivasi para pengusaha IKM di Jawa Tengah khusunya IKM pengolahan ikan untuk mengolah air limbahnya sebelum dibuang ke lingkungan. Hal tersebut juga sejalan dengan program Kementerian Perindustrian dalam pengembangan industri hijau.

3. Pilot Project: Reaktor Elektrokatalitik sebagai Unit Pereduksi Polutan Warna Terlarut pada Air Limbah Industri Batik Printing

  • Polutan Air limbah batik printing mayoritas berasal dari zat warna yang sangat toksit sehingga teknologi pengolahan yang efektif dengan teknik pengoperasian yang mudah menjadi solusi penting bagi industri. Proses oksidasi lanjut berdasar prinsip elektrokimia merupakan metode simpel, cepat, cepat, mudah dan mampu mendegradasi zat warna tanpa menghasilkan produk samping berupa sludge.
  • Reaktor Elektrokatalitik telah dibuat dan diaplikasikan di IKM Brotoseno dengan kapasitas 1,2 M3. Reaktor telah mampu menghilangkan warna hingga sempurna dan menurunkan COD sampai dengan 60,8%. Pada kondisi operasi dimana konsentrasi garam 4000 mg/L, pH 5 dan waktu tinggal 1,5 jam maka diperoleh kualitas air limbah teroleh yang telah memenuhi baku mutu industri tekstil.
  • Total ongkos operasional reaktor elektrokatalitik dalam mengolah air limbah sebesar Rp.6.648/m2. Bila dibandingkan dengan teknologi lain yang banyak dipakai oleh industri semisal maka diperoleh penghematan biaya sebesar Rp.1.587/m3 air limbah.