Jl. Ki Mangunsarkoro No. 6, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia 50136
024 - 8316315, 8450651
(024) 8414811
082134525006
LOGIN PELANGGAN
BERITA POPULER

Sertifikasi Industri Hijau akan Digratiskan

01 Nov 2016 10:10:00

Sumber : Website Kementerian Perindustrian dari Media Indonesia

Kementerian Perindustrian mendorong pola industri hijau sebagai upaya mendongkrak ....

Kebijakan Industri Nasional

24 Mei 2017 11:30:55

Visi pembangunan Industri Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional ....

BBTPPI menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi ISO 9001:2015

16 Agu 2016 13:00:00

Pada tahun 2015, ISO melakukan revisi beberapa standard manajemen atas persyaratan yang ditetapkan. Perkembangan terhadap pengelolaan resiko atas ....

LITBANG

Diseminasi Litbangyasa tahun 2017

26 Okt 2018 10:10:44

Selasa, 23 Oktober 2018 bertempat di Hotel Griya Persada - Bandungan, Kabupaten Semarang, BBTPPI mengadakan Diseminasi Litbangyasa tahun 2017. Tema Diseminasi tahun 2018 ini adalah"Menjalin Sinergi Dalam Litbangyasa Menuju Pelayanan Bersih Melayani dan berintegrasi menyongsong Era Industri 4.0". Tema ini sejalam dengan kebijakan pemerintah untuk mewujudkan industri hijau dan manghadapi Revoluasi Industri 4.0.
Dalam diseminasi ini sekaligus menggabungkan 4 kegiatan yang dilaksanakan secara serial yaitu:

  1. Peluncuran Sistem informasi Pelanggan (SINGA) BBTPPI
  2. Penandatanganan MoU (nota kesepahaman) antara BBTPPI dengan 9 mitra kerja:
    1. Dinas LHK Provinsi Jawa Tengah

    2. Dinas LHK Kota Semarang

    3. Dinas LH Kabupaten Semarang

    4. Dinas LH Kota Salatiga

    5. Dinas LH Kabupaten Kendal

    6. PT. SAI Garment

    7.  

      PT. Kayu Lapis Indonesia

    8. Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo

    9.  

      Hotel Ciputra

  3. Penyerahan dan Peresmian IPAL kerjasama BBTPPI dengan Hotel Griya Persada - Bandungan, Kabupaten Semarang
  4. Diseminasi 2 Hasil Litbangyasa tahun 2017, yaitu:
    1. Penerapatan Teknologi Biologi terintegrasi dalam Pengolahan Limbah Domestik - Rustiana Yuliasni, MSc. (Teknologi ini yang diterapkan pada IPAL Hotel Griya Persada)
    2. Telknologi Ozonisasi Katalitik dalam pengolahan Limbah dan produksi Pangan - Rame, MSi.

Diseminasi ini disaksikan oleh Kepala BPPI yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri dan kekayaan Intelektual, Ir. Sonu Sulaksono, MBs. 

 

 

Abstrak Penelitian Tahun 2016

29 Agu 2018 09:05:43

PILOT PROJECT REAKTOR ELEKTROKATALITIK SEBAGAI UNIT PEREDUKSI POLUTAN WARNA TERLARUTPADA AIR LIMBAH INDUSTRI

 Abstrak

 

Pengolahan air limbah industri pewarnaan masih menjadi bagian yang penting untuk ditingkatkan sehingga dampak pencemaran dapat dihindari dan tehnik pengolahan dapat dioperasikan dengan mudah. Oksidasi lanjut berdasarkan prinsip elektrokimia merupakan metode simpel dan mampu mendegradasi senyawa polutan warna menjadi senyawa sederhana tanpa produk samping (sludge) sehingga sangat menjanjikan untuk diterapkan. Pilot project reaktor tabung elektrokatalitik menjadi tahapan implementasi teknologi elektrodegradasi polutan yang dibuang industri pewarnaan sehingga potensi peluang penggunaanya terukur lebih nyata.  Reaktor dibuat dan disusun dalam 6 unit tabung (1,2 m3). Masing-masing unit tabung ditempatkan sedemikian rupa sehingga akan menghasilkan reaktor yang simple dan compact. Elektroda silinder oksida logam yang dibuat dengan metode elektrodeposisi dan bras printing diharapkan menghasilkan bentuk kristal difungsikan sebagai anoda dan berpasangan dengan stainless sebagai katoda. Jarak anoda katoda dibuat menjadi 3 cm dan dipasang secara vertikal dalam tabung reaktor sehingga terbagi merata diseluruh ruang tabung tersebut. Rasio antara luas permukaan anoda terhadap volume reaktor sebesar 6,28 m2/m3. Setiap unit tabung dilengkapi dengan pengaduk yang dihubungkan dengan motor melalui fan belt sehingga transfer massa polutan dan oksidator terbentuk semakin efektif. Reaktor elektrokatalitik telah mampu mereduksi polutan warna hingga persentase 79%. Mekanisme oksidasi polutan telah berlangsung melalui Cl2/HClO/ClO- yang terbentuk oleh anoda dalam reaktor. Daya rusak oksidator ini tidak hanya pada gugus warna tetapi juga pada struktur senyawa yang terbukti dari penurunan nilai COD. Efektifitas reaktor ditentukan oleh konsentrasi garam, tingkat keasaman, tegangan terpakai dan waktu tinggal. Penambahan konsentrasi garam akan memperbesar jumlah oksidator dalam reaktor. Tingkat keasaman air limbah telah mempengaruhi kinerja reaktor yang berkorelasi terhadap kesetimbangan spesies oksidator. Pada kondisi operasi dimana konsentrasi garam 3500 mg/L, pH 5 dan waktu tinggal 1,5 jam maka diperoleh kualitas air limbah yang telah memenuhi baku mutu industri tekstil. Total ongkos operasional reaktor elektrokatalitik dalam mengolah air limbah sebesar Rp 6648/m3.


 

PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK DENGAN UPFLOW ANAEROBIC SLUDGE BLANKET (UASB) DI INDUSTRI KECAP

Bekti Marlena, Cholid Syahroni, Sartamtomo, Nur Zen

Abstrak

 

Telah dilakukan penelitian pengolahan limbah industri kecap dengan menggunakan UASB. Dua reaktor UASB yang terbuat dari stainless steel dengan volume masing-masing 1,165 m3 disusun secara seri. Air limbah yang diolah merupakan buangan dari proses produksi kecap dengan nilai COD dari 2.709 sampai 21.684 mg/L. Uji coba dilakukan dengan kecepatan alir 2,9 m3/hari dan 0,7 m3/hari dengan waktu tinggal (Hydraulic Retention Time) masing-masing 19 jam dan 80 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada percobaan dengan waktu tinggal 19 jam dan kecepatan beban COD rata-rata 11.114 kg/hari, dapat menurunkan nilai COD hingga 70% dengan penurunan beban COD rata-rata adalah 2.842 kg/m3 hari. Percobaan dengan waktu tinggal 80 jam dengan kecepatan beban COD rata-rata adalah 2.837 kg/hari diperoleh hasil penurunan COD hingga 78% dan penurunan beban COD rata-rata adalah 1.335 kg/m3hari, sedangkan untuk kecepatan beban COD rata-rata 2.593 kg/hari diperoleh hasil berturut-turut 76% dan 1.298 kg/m3 hari. Jika dibandingkan dengan kinerja sistem anaerobik yang telah dimiliki oleh industri, maka reaktor UASB hasil penelitian memiliki keunggulan ditinjau dari waktu tinggal dan penurunan beban COD, meskipun persen penurunan COD masih lebih rendah.

 

Kata kunci : anaerobik, UASB, limbah organik, industri kecap

 


 

OPTIMASI PROSES PENENTUAN KADAR KARET KERING BERBASIS COLORMETER PADA INDUSTRI KARET RIBBED SMOKED SHEET

Ikha Rasti Juliasari, Januar Fatkhurrahman, Farida Crisnaningtyas, Moch. Syarif Romadhon

Abstrak 

 

Karet alam sebagai salah satu komoditas utama di Indonesia merupakan komponen industri hilir yang tidak tergantikan oleh karet sintetis. Salah satu produk karet alam yang menjadi unggulan dan dikelola oleh perusahaan perkebunan negara di Indonesia adalah Ribbed Smoked Sheet (RSS). Proses produksi RSS yang sampai saat ini masih belum optimal dan menjadi perhatian khusus terutama pada pemakaian bahan kimia. Bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi akan mengakibatkan buangan bahan kimia ke lingkungan yang dapat mencemari dan menimbulkan efek negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Salah satu proses yang membutuhkan bahan kimia adalah penentuan Kadar Karet Kering (KKK) yang menggunakan asam formiat. Nilai KKK ini akan menentukan kebutuhan air proses di tahapan proses selanjutnya. Terobosan teknologi dalam penentuan KKK ini diharapkan mampu mengeliminasi permasalahan lingkungan terkait buangan bahan kimia.

Penelitian ini mempunyai ruang lingkup meliputi; identifikasi permasalahan, konstruksi peralatan, uji performa awal peralatan, trial peralatan, konstruksi ulang peralatan, verifikasi peralatan, konstruksi mikrokontroller, dan verifikasi peralatan berbasis mikrokontroller. Lokasi kegiatan penelitian ini, sekaligus sebagai sumber sampel uji merupakan perkebunan milik PTPN IX di Batujamus Karanganyar. Sampel uji berupa lateks secara umum dianalisis melalui dua perlakukan, menggunakan metode ISO 126 sebagai metode standar penentuan KKK dan metode colorimetri berbasis light scattering. Hasil analisis KKK pada kedua metode tersebut dibandingkan dan dianalisis least square sebagai bagian dari verifikasi hasil penentuan KKK pada metode colorimetri berbasis light scattering.

Hasil kegiatan penelitian ini menunjukkan tidak berbeda nyata antara analisis KKK pada penentuan KKK menggunakan metode ISO 126 terhadap metode colorimetri berbasis light scattering. Keakuratan hasil dari metode colorimetri berbasis light scattering dapat digunakan sebagai penentuan nilai KKK pada lateks  dan mudah dalam pengoperasian. Penerapan metode ini tanpa penggunaan bahan kimia yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Metode ini diharapkan mampu menggantikan metode yang telah ada dan digunakan diindustri.


 

Penerapan Tahun 2016

03 Mei 2018 10:00:00

  1. Penerapan Produksi Bersih pada Salah Satu IKM Tahu di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang
    • BBTPPI Semarang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian pada tahun 2016 telah melaksanakan penerapan produksi bersih pada IKM Tahu Sumber Rejeki, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang dengan kapasitas produksi tahu sebesar 80 kg kedelai perhari. Penerapan produksi bersih meliputi proses:
      • Perbaikan sistem proses (aliran proses pembuatan tahu) dan penanganan limbah meliputi: perubahan lay out sesuai dengan proses perendaman, pencucian kedelai, penggantian mesin giling bahan bakar solar dengan mesin giling listrik, pengolahan air limbah whey (air didih tahu) menggunakan biodigester dengan kapasitas 1 m3/hari.
      • Pengadaan peralatan proses produksi tahu yang lebih higienis (food grade) menggunakan bahan dasar stainless steel dan penyediaan air baku untuk proses produksi yang memenuhi standard kriteria air bersih.
    • Hasil penerapan produksi bersih pada perbaikan sistem aliran proses dan tata letak peralatan produksi yang terdampak pada efisiensi penggunaan air sehingga dapat meminimasi air limbah dari proses pencucian dan perendaman kedelai. Penggantian mesin giling dengan listrik selain menghemat biaya juga mengurangi asap serta bising yang berbahaya bagi lingkungan. Limbah whey dari proses penggumpalan dialirkan menuju Biodigester untuk menghasilkan energi biogas dan dimanfaatkan untuk proses produksi yang memenuhi standard kriteria air bersih, penggunaan peralatan berstandard food grade serta perbaikan sistem saluran pembuangan mendukung penyediaan produk tahu yang memenuhi standard kesehatan pangan.

Penerapan Tahun 2017

03 Mei 2018 09:20:00

1. Pilot Project: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di IKM Batik

  • Sanggar Batik Semarang 16 merupakan salah satu IKM Batik yang berlokasi di Semarang. Hasil penelitian pengolahan limbah berupa IPAL telah diaplikasikan di Sanggar Batik Semarang 16 dengan teknologi yang diterapkan yaitu kombinasi anaerob Upflow Anaerobic Filter (UAF), unit lumpur aktif (Activated Sludge) dan Unit wetland. Pertimbangan dalam memilih teknologi ini adalah berdasarkan karakteristik air limbah yang mana mengandung zat organik terlarut yang tinggi serta pewarna sintetis dari jenis azo dan reaktif.
  • Uji coba penerapan teknologi dilakukan pada nilai COD total inlet berkisar antara 2010 - 3699 mg/L dengan nilai pH  9,2 - 9,3 dan waktu tinggal 6 hari pada unit UAF, 24 jam pada unit Activated Sludge dan 8 jam pada unit Wetland. Efektifitas sistem UAF mencapai 69,26%, sedangkan efektifitas sistem Activated Sludge 70% dan Wetland 50%.
  • Dengan gabungan teknologi tersebut mampu mereduksi polutan air limbah batik dengan nilai COD effluent mencapai 144,1 mg/L.

2. Penerapan Teknologi Hibrid UASB - Wetland pada Industri Pengolahan Ikan menuju Industri Hijau

  • Sampai saat ini masih banyak IKM yang langsung membuang air limbahnya ke lingkungan karena terkendala oleh minimnya pengetahuan dan teknologi pengolahan limbah yang tepat bagi IKM.
  • Telah diterapkan teknologi hibrid UASB - Wetland di IKM Pengolahan Ikan Alang-Alang Tumbuh Subur, Boyolali.
  • Teknologi tersebut dipilih dengan pertimbangan mudah, cepat dan rendah biaya operasionalnya.
  • Hasil uji coba pengolahan dengan UASB menunjukkan bahwa penurunan COD rata-rata 72,3% dengan persentase penurunan tertinggi mencapai 95,42% dengan waktu tinggal selama 24 jam dan penurunan COD dengan proses Wetland rata-rata 52,9% dengan penurunan tertinggi mencapai 78,22%.
  • Secara keseluruhan proses IPAL hibrid UASB - Wetland mampu menurunkan nilai COD rata-rata sebesar 86,25% dengan penurunan tertinggi mencapai 98,58%, dan limbah terolah (effluent) sudah memenuhi baku mutu yang disyaratkan serta dapat dimanfaatkan kembali (reuse) sebagai sumber air untuk budidaya perikanan darat.
  • Penggunaan kembali air limbah untuk budidaya ikan mampu mengefisienkan sumber daya yaitu mengrurangi konsumsi air bersih.
  • Dengan adanya penerapan IPAL di industri tersebut, pada tahun 2017 IKM Alang-Alang Tumbuh Subur mendapat juara pertama Lomba IKM Tingkat Kabupaten Boyolali. Diharapkan dengan menjadi Juara I IKM yang ramah lingkungan dapat memotivasi para pengusaha IKM di Jawa Tengah khusunya IKM pengolahan ikan untuk mengolah air limbahnya sebelum dibuang ke lingkungan. Hal tersebut juga sejalan dengan program Kementerian Perindustrian dalam pengembangan industri hijau.

3. Pilot Project: Reaktor Elektrokatalitik sebagai Unit Pereduksi Polutan Warna Terlarut pada Air Limbah Industri Batik Printing

  • Polutan Air limbah batik printing mayoritas berasal dari zat warna yang sangat toksit sehingga teknologi pengolahan yang efektif dengan teknik pengoperasian yang mudah menjadi solusi penting bagi industri. Proses oksidasi lanjut berdasar prinsip elektrokimia merupakan metode simpel, cepat, cepat, mudah dan mampu mendegradasi zat warna tanpa menghasilkan produk samping berupa sludge.
  • Reaktor Elektrokatalitik telah dibuat dan diaplikasikan di IKM Brotoseno dengan kapasitas 1,2 M3. Reaktor telah mampu menghilangkan warna hingga sempurna dan menurunkan COD sampai dengan 60,8%. Pada kondisi operasi dimana konsentrasi garam 4000 mg/L, pH 5 dan waktu tinggal 1,5 jam maka diperoleh kualitas air limbah teroleh yang telah memenuhi baku mutu industri tekstil.
  • Total ongkos operasional reaktor elektrokatalitik dalam mengolah air limbah sebesar Rp.6.648/m2. Bila dibandingkan dengan teknologi lain yang banyak dipakai oleh industri semisal maka diperoleh penghematan biaya sebesar Rp.1.587/m3 air limbah.