Jl. Ki Mangunsarkoro No. 6, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
024 - 8316315, 8450651
(024) 8414811
082134525006
LOGIN PELANGGAN
BERITA POPULER

Sertifikasi Industri Hijau akan Digratiskan

01 Nov 2016 10:10:00

Sumber : Website Kementerian Perindustrian dari Media Indonesia

Kementerian Perindustrian mendorong pola industri hijau sebagai upaya mendongkrak ....

Kebijakan Industri Nasional

24 Mei 2017 11:30:55

Visi pembangunan Industri Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional ....

BBTPPI menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi ISO 9001:2015

16 Agu 2016 13:00:00

Pada tahun 2015, ISO melakukan revisi beberapa standard manajemen atas persyaratan yang ditetapkan. Perkembangan terhadap pengelolaan resiko atas ....

KONTEN

Sertifikat Akreditasi

06 Jun 2018 10:07:55

Akreditasi Laboratorium Pengujian

Sertifikat Akreditasi Laboratorium BBTPPI berlaku hingga 21 Juni 2020 

Lampiran: Lingkup Akreditasi Laboratorium 

Registrasi Laboratorium Lingkungan berlaku hingga 21 Juni 2020


Akreditasi Laboratorium Kalibrasi

Sertifikat Akreditasi Laboratorium Kalibras


Akreditasi Jurnal

Sertifikat Akreditasi Jurnal


Akreditasi Pranata Litbang

Sertifikat Akreditasi Pranata Litbang BBTPPI


Akreditasi LSPro

Sertifikat Akreditasi LSPro


Akreditasi BISQA

Sertifikat Akreditasi BISQA 

Pelanggan Sertifikasi

28 Mei 2018 16:19:53

 

 

 

Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu Lingkungan

21 Mei 2018 13:05:24

Profil

LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) adalah salah satu lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan yang telah diakreditasi (diakui) oleh Komite Akreditasi Nasional – Badan Standardisasi Nasional (KAN – BSN) dan berhak mengeluarkan Sertifikat ISO 14001. BRISEMA juga telah menjadi anggota dari Asosiasi Lembaga Sertifikasi ndonesia (ALSI).

Dengan telah masuknya KAN – BSN ke dalam keanggotaan Pasific Accreditation Cooperation (PAC) dan International Accreditation Forum, Inc (IAF, Inc.) makasertifikat yang dikeluarkan oleh BRISEMA akan diakui oleh negara-negara anggota PAC dan IAF.

Dalam kegiatan sertifikasi sistem manajemen lingkungan, LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) memiliki komitmen terhadap ketidakberpihakan, mengelola konflik kepentingan, dan menjamin objektivitas

 


Lingkup Akreditasi

  1. Produk Makanan, Minuman, dan Tembakau (03)*
  2. Tekstil dan Produk Tekstil (04)*
  3. Kayu dan Produk Kayu (06)*
  4. Bahan kimia, produk kimia dan serat (12)*
  5. Obat-obatan (13)*
  6. Produk karet dan produk plastik (14)*
  7. Kelompok Pabrik Lain (23)*

Keterangan: * = masih dalam proses akreditasi KAN


Alur Proses

 


Informasi Sertifikasi

 

PROSES SERTIFIKASI ISO 14001

  1. Sertifikasi awal
  2. Surveilen
  3. Pembekuan sertifikat
  4. Pencabutan sertifikat
  5. Pengurangan lingkup
  6. Perluasan lingkup
  7. Sertifikasi ulang

PROSES SERTIFIKASI AWAL

  1. Konfirmasi
    • Calon klien mendapatkan informasi tentang sertifikasi ISO 14001 dari LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA).
  2. Permohonan
    • Calon klien mengisi dan menyerahkan permohonan sertifikasi ISO 14001, dilampiri:
      1. Struktur organisasi
      2. Profil perusahaan
      3. Diagram alir proses produksi
      4. Pedoman Mutu dan Prosedur Mutu Sistem Manajemen Lingkungan
      5. Rekaman Audit Internal dan Tinjauan Manajemen
      6. Surat Pernyataan Tidak Terlibat Masalah Hukum dan Kasus Lingkungan
  3. Kesepakatan biaya
    1. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) menginformasikan biaya sertifikasi kepada calon klien
    2. Calon klien menyetujui biaya tersebut kepada LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA)
  4. Kontrak
    1. Calon klien dan LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) menandatangani surat perjanjian kerjasama sertifikasi
    2. Calon klien melunasi biaya sertifikasi
  5. Audit tahap 1
    1. Klien menerima pemberitahuan audit dari LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) yang berisi tim, waktu dan rencana kegiatan audit
    2. Auditor LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) melaksanakan audit terhadap dokumentasi sistem manajemen lingkungan dan mengevaluasi:
      • lokasi dan kondisi lapangan organisasi yang spesifik,  status dan pemahaman klien berkenaan dengan persyaratan standar
      • pengumpulan informasi penting berkenaan dengan lingkup sistem manajemen, proses dan lokasi klien dan aspek perundang-undangan dan hukum dan pemenuhannya
      • alokasi sumber daya
      • evaluasi internal audit dan kaji ulang manajemen
  6. Perbaikan hasil audit tahap 1
    1. Klien memperbaiki sistem manajemen lingkungan berdasarkan laporan hasil audit tahap 1
    2. b. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) memverifikasi hasil perbaikan klien
  7. Audit tahap 2
    1. Klien menerima pemberitahuan audit dari LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) yang berisi tim, waktu dan rencana audit
    2. Klien menyetujui rencana pelaksanaan audit
    3. Auditor LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) melaksanakan audit terhadap penerapan sistem manajemen lingkungan klien
  8. Perbaikan hasil audit tahap 2
    1. Klien memperbaiki sistem manajemen lingkungan berdasarkan laporan hasil audit tahap 2
    2. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) memverifikasi hasil perbaikan klien
  9. Penerbitan sertifikat
    1. Tim Komite Keputusan Sertifikasi LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) membahas hasil audit sertifikasi awal
    2. Jika perlu penyempurnaan perbaikan, LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) memberitahukan kepada klien untuk ditindaklanjuti
    3. Dalam hal hasil Rapat Komite Keputusan Sertifikasi memutuskan untuk memberikan sertifikat, LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) menerbitkan sertifikat dengan masa berlaku tiga tahun kemudian diserahkan kepada klien.

PROSES SURVEILEN

  1. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) memberitahukan rencana audit surveilen dan biaya surveilen kepada klien
  2. Klien melunasi biaya pengawasan berkala
  3. Klien menerima pemberitahuan audit dari LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) yang berisi tim, waktu dan rencana audit
  4. Klien menyetujui pelaksanaan audit surveilen. Klien dapat mengajukan keberatan tentang tim dan waktu audit ke LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) yang akan disesuaikan seperlunya
  5. Auditor LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) melaksanakan audit terhadap penerapan sistem manajemen lingkungan klien
  6. Klien menyelesaikan perbaikan berdasarkan laporan hasil audit surveilen, disampaikan ke LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) sesuai dengan persyaratan jangka waktu perbaikan hasil surveilen

PEMBEKUAN, PENCABUTAN ATAU PENGURANGAN RUANG LINGKUP SERTIFIKASI

  1. Sertifikat klien akan dibekukan pada kasus, sebagai contoh:
    1. gagal secara total dan tidak serius dalam menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan;
    2. tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan;
    3. tidak memperbolehkan surveilen atau sertifikasi ulang;
    4. meminta pembekuan secara sukarela
  2. Dalam kondisi pembekuan, sertifikasi sistem manajemen mutu klien tidak berlaku sementara
  3. Klien dilarang menggunakan sertifikasinya untuk keperluan promosi lebih lanjut
  4. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) membuat status pembekuan sertifikasi yang dapat diakses publik dan melakukan tindakan lain yang sesuai
  5. Jika klien telah dapat memenuhi kembali persyaratan sertifikasi, sertifikat diberlakukan kembali
  6. Kegagalan untuk menyelesaikan masalah pokok dari pembekuan dalam jangka waktu yang ditetapkan, LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) mencabut atau mengurangi ruang lingkup sertifikasi
  7. Apabila terjadi pencabutan sertifikat, LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) memberitahukan kepada Klien terkait bahwa sertifikat sistem manajemen lingkungan ISO 14001 klien sudah tidak berlaku dan harus menyerahkan kembali sertifikat sistem manajemen lingkungan ISO 14001 asli kepada LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) serta untuk menghentikan penggunaan seluruh materi periklanannya yang memuat acuan sertifikasi
  8. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) mengurangi ruang lingkup sertifikasi klien untuk bagian-bagian yang tidak memenuhi persyaratan, bila klien gagal secara total memenuhi persyaratan sertifikasi untuk bagian-bagian dari ruang lingkup sertifikasi tersebut
  9. Apabila terjadi pengurangan ruang lingkup, LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) menerbitkan sertifikat sistem manajemen lingkungan ISO 14001 baru sesuai dengan ruang lingkup dan mencabut sertifikat sistem manajemen lingkungan ISO 14001 lama. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) memberitahukan kepada Klien terkait bahwa sertifikat sistem manajemen lingkungan ISO 14001 yang lama sudah tidak berlaku dan harus menyerahkan kembali sertifikat sistem manajemen lingkungan ISO 14001 asli kepada LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) serta merubah seluruh materi periklanannya pada saat lingkup sertifikasi dikurangi

PERLUASAN RUANG LINGKUP SERTIFIKASI

  1. Klien mengajukan permohonan perluasan lingkup sertifikasi
  2. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) melakukan kajian terhadap permohonan dan menentukan kegiatan audit terhadap butir-butir persyaratan ISO 14001 yang relevan dengan perluasan ruang lingkup
  3. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) menginformasikan biaya perluasan lingkup sertifikasi kepada klien
  4. Klien menyetujui biaya tersebut
  5. Klien melunasi biaya perluasan lingkup
  6. Klien menerima pemberitahuan audit dari LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) yang berisi tim, waktu dan rencana audit
  7. Klien menyatakan kesepakatan pelaksanaan audit. Klien dapat mengajukan keberatan tentang tim dan waktu audit ke LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA), yang akan disesuaikan seperlunya
  8. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) melaksanakan audit terhadap butir-butir persyaratan ISO 14001 yang relevan dengan perluasan ruang lingkup
  9. Klien memperbaiki sistem manajemen lingkungan berdasarkan laporan hasil audit
  10. Tim keputusan sertifikasi LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) membahas hasil audit perluasan lingkup. Jika perlu penyempurnaan perbaikan, LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) memberitahukan kepada klien untuk ditindaklanjuti
  11. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) menerbitkan sertifikat kemudian diserahkan kepada klien. Kegiatan perluasan ruang lingkup sertifikasi dapat dilakukan bersamaan dengan audit surveilen

PROSES SERTIFIKASI ULANG

  1. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) memberitahukan rencana audit sertifikasi ulang dan biaya sertifikasi ulang kepada klien
  2. Klien menyetujui biaya sertifikasi ulang kepada LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA)
  3. Klien dan LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) menandatangani surat perjanjian kerjasama sertifikasi ulang
  4. Klien melunasi biaya sertifikasi ulang
  5. Klien menerima pemberitahuan audit dari LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) yang berisi tim, waktu dan rencana audit
  6. Klien menyetujui pelaksanaan audit sertifikasi ulang. Klien dapat mengajukan keberatan tentang tim dan waktu audit ke LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) yang akan disesuaikan seperlunya
  7. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) melaksanakan audit penerapan sistem manajemen lingkungan ISO 14001
  8. Klien menyelesaikan perbaikan berdasarkan laporan hasil audit sertifikasi ulang, disampaikan ke LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) sebelum masa berlaku sertifikat habis
  9. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) memverifikasi hasil perbaikan klien
  10. Tim Komite Keputusan Sertifikasi LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) membahas hasil audit sertifikasi ulang. Jika perlu penyempurnaan perbaikan, LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) memberitahukan kepada klien untuk ditindaklanjuti
  11. LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) menerbitkan sertifikat kemudian diserahkan kepada klien.

Catatan : Bila terdapat perubahan yang signifikan pada sistem manajemen klien, audit sertifikasi ulang mungkin membutuhkan audit tahap 1 seperti pada proses sertifikasi awal.

ATURAN PENGGUNAAN TANDA ISO 14001 DAN LOGO LSSML BBTPPI SEMARANG (BRISEMA)

  1. Mengajukan konsep penggunaan logo, sehingga mendapatkan ijin tertulis dari BRISEMA
  2. Dapat digunakan oleh organisasi sesuai dengan Lingkup Sertifikatnya
  3. Dapat digunakan dalam Publikasi Organisasi termasuk dalam bentuk Kop Surat, Brosur, Kartu Nama, Iklan dll.
  4. Dicetak sesuai dengan ukuran yang proporsional dengan warna yang sama, atau dalam satu warna yang sesuai
  5. Tidak boleh digunakan/dipasang pada produk
  6. Menghentikan penggunaan seluruh materi periklanan yang memuat acuan sertifikasi, sebagaimana ditentukan oleh LSSML BBTPPI Semarang (BRISEMA) bila terjadi pembekuan atau pencabutan sertifikasi
  7. Merubah seluruh materi periklanan pada saat lingkup sertifikasi dikurangi

 


Biaya Sertifikasi

Biaya sertifikasi SIstem Mutu Lingkungan telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan nomor: 92/PMK.05/2016 tentang Tarif Badan Layanan Umum Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Pada Kementerian Perindustrian

No. Jenis Besaran Industri Satuan Tarif (Rp) Keterangan
1 Golongan I (Kecil) Per Perusahaan/Sertifikat 10.000.000 4 OH
2 Golongan II (Menengah) Per Perusahaan/Sertifikat 13.000.000 6 OH
3 Golongan III (Besar) Per Perusahaan/Sertifikat 16.000.000 8 OH

Download Form Aplikasi

  1.  

LSIH

17 Mei 2018 10:05:19

Profil

LSIH BBTPPI Semarang 

Lingkup Akreditasi

  1. Ubin Keramik
  2. Semen Portland
  3. Tekstil Pebcelupan, pengecapan dan penyempurnaan
  4. pulp dan pulp terintegrasi kertas
  5. Karet remah (crumb rubber)
  6. Pengasapan Karet (RSS: ribbed smoked sheet rubber)
  7. Susu bubuk
  8. Pupuk buatan tunggal hara makro primer

Alur Proses


Informasi Sertifikasi

I. SELEKSI

1 Permohonan Sesuai persyaratan Permohonan yang tercantum dalam dokumen Prosedur LSIH BBTPPI (P.7.2). Apabila pemohon berasal dari luar negeri maka harus melampirkan dokumen legal perusahaan dan dokumen sistem mutu yang harus diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah
2 Sistem Sertifikasi -
3 Sistem Manajemen Mutu yang diterapkan ISO 9001 atau sistem manajemen mutu lainnya yang diakui.
4 Durasi Audit
Jenis Besaran Industri Durasi minimal audit dilokasi (OH)
Kecil 2
Menengah 4
Besar 6

Catatan : durasi waktu audit tidak termasuk waktu perjalanan ke lokasi (pergi-pulang) dan kegiatan di luar jadwal audit.

 II. DETERMINASI

1 Audit Kecukupan Harus dilakukan Audit Kecukupan sesuai Prosedur LSIH BBTPPI/P. 7.3 dan IK Pelaksanaan Audit (IK.7.3.31)
2 Audit Lapangan/Kesesuaian

Sesuai Prosedur LSIH BBTPPI  P 7.3. dan Instruksi Kerja Pelaksanaan Audit (IK. 7.3.1)

  1. Auditor minimum memenuhi kualifikasi Auditor yang tercantum dalam Pedoman Mutu LSIH BBTPPI Lampiran 6/1
  2. Salah seorang dari tim auditor harus memiliki kompetensi terkait standar industri hijau industri semen portland.
  3. Untuk pemohon yang berasal dari luar negeri, audit lapangan harus didampingi penerjemah independen.
  Area yang diaudit

Sesuai Prosedur LSIH BBTPPI (P.7.3) yaitu meliputi :

  1. Informasi dan bukti tentang kesesuaian untuk seluruh persyaratan industri hijau yang berlaku atau dokumen normatif lainnya;
  2. Pemantauan, pengukuran, pelaporan, dan pengkajian kinerja dibandingkan  dengan sasaran dan target kinerja yang utama sesuai dengan standar industri hijau atau dokumen normatif lainnya yang berlaku;
  3. Sistem   manajemen   dan   kinerja   perusahaan yang disertifikasi terkait pemenuhan legal;
  4. Pengendalian proses produksi terkait standar industri hijau;
  5. Internal audit dan kaji ulang manajemen;
  6. Tanggung jawab manajemen untuk kebijakan penerapan standar industri hijau; dan
  7. Hubungan antara persyaratan normatif, kebijakan, sasaran dan target kinerja (sesuai dengan Standar Industri  Hijau atau dokumen normatif lainnya yang berlaku), setiap persyaratan legal yang berlaku, tanggung jawab, kompetensi personel, proses produksi, prosedur, data kinerja dan temuan internal audit dan kesimpulan
  Titik-titik yang harus diperhatikan
  • Bahan baku;
  • Bahan penolong;
  • Energi;
  • Air;
  • Proses Produksi;
  • Produk;
  • Limbah;
  • Emisi;
  • emasan;
  • Persyaratan sistem manajemen
3

Laporan Asesmen

  • Kategori Ketidaksesuaian

Sesuai Prosedur LSIH BBTPPI (P.7.3,butir 2.3)

  1. Kategori mayor, apabila berhubungan langsung dengan proses terkait industri hijau dan mengakibatkan ketidakpuasan pelanggan atau Sistem Manajemen tidak berjalan maka tindakan koreksi diberi waktu maksimal 1 (satu) bulan.
  2. Kategori minor, apabila terdapat inkonsistensi dalam menerapkan sistem manajemen dan proses terkait sertifikasi hijau maka tindakan koreksi diberi waktu maksimal 2 (dua) bulan.
III. EVALUASI DAN KEPUTUSAN  
 1 Evaluasi terhadap laporan Asesmen dilakukan oleh Manajer Operasional  Evaluasi menghasilkan bahan kajian Tim Teknis/Reviewer dengan menggunakan formulir Laporan Hasil Evaluasi F.7.3.0.5 
 2 Keputusan Sertifikasi melalui pengkajian Tim Teknis/Reviewer  Sesuai Prosedur LSIH BBTPPI (P.7.4) 
IV. LISENSI  Sesuai Prosedur LSIH BBTPPI (P.4.1) dan Lampiran 4/1. 
V. SURVAILEN   Sesuai Prosedur LSIH BBTPPI (P.7.6) 
1

Audit Surveilen

Area yang diaudit 

Audit survailen harus mencakup paling sedikit:

  1. Internal audit dan kaji ulang manajemen;
  2. Tinjauan tindakan yang diambil terhadapketidaksesuaian yang diidentifikasi selama audit sebelumnya;
  3. Penanganan keluhan;
  4. Efektifitas penerapan SIH;
  5. Kemajuan dari aktivitas yang direncanakan untuk peningkatan berkelanjutan;
  6. Keberlanjutan pengendalian operasional;
  7. Tinjauan setiap perubahan; dan
  8. Penggunaan logo 

Evaluasi terhadap Surveilen dilakukan oleh Manajer Operasional  Evaluasi menghasilkan bahan rapat Kajian Manajerial dengan menggunakan formulir Laporan Hasil Evaluasi F.7.3.0.5 
3 Keputusan hasil surveilen   Sesuai Prosedur LSIH BBTPPI (P.7.6) 
VI. RESERTIFIKASI     Sesuai Prosedur LSIH BBTPPI (P.7.7) 
VII. PERLUASAN RUANG LINGKUP SERTIFIKASI    
  • Dalam rangka pemberitahuan perubahan persyaratan SIH, LSIH harus Memberikan informasi kepada perusahaan industri yang disertifikasi setiap perubahan persyaratan SIH; Memverifikasi dan memastikan bahwa setiap perusahaan industri yang disertifikasi telah memenuhi persyaratan SIH;
  • LSIH harus memiliki pengaturan yangberkekuatan hukum untukmenjamin bahwa perusahaan industri yang disertifikasi menginformasikan kepada LSIH, tanpa menunda, mengenai hal-hal yang dapat mempengaruhi kemampuan penerapan SIH untukmemenuhi persyaratanstandar sertifikasi yang digunakan.Halini antaralainmencakupperubahanyangberkaitan dengan a. Hukum, komersial, status perusahaan atau kepemilikan; b. Perusahaandanmanajemenmisalnyamanajerialpenentu,pengambil keputusan atau staf teknis; c. Alamat penghubung dan lokasi; . Ruang lingkup sesuai KBLI; dan e. Perubahan utama pada aspek teknis dan manajemen perusahaan.
  • Bila diperlukan, LSIH melakukan tindakan untuk menerapkan perubahan yang mempengaruhi sertifikasi industri hijau harus mencakup sebagai berikut: Audit, Evaluasi, Keputusan
  • Penerbitan revisi dokumentasi sertifikasi formal untuk menambah atau mengurangi ruang lingkup sesuai KBLI
  • Sesuai Prosedur LSIH BBTPPI (P.7.9) 
VIII. PEMBEKUAN DAN PENCABUTAN RUANG LINGKUP SERTIFIKASI 

Pembekuan dapat dilakukan apabila :

  1. Perusahaan industriyang mendapatkan sertifikat dinyatakan gagalsecara totaldalammemenuhipersyaratanSIH;
  2. Perusahaan industriyang mendapatkan sertifikattidakmelakukan proses auditsurvailen atau sertifikasi ulang; atau
  3. Perusahaan industri yang mendapatkan sertifikat telah meminta  pembekuan  secara sukarela

Keputusan pembekuan dan pencabutan sertifikat lisensi dilakukan dengan surat resmi dari Manajer Lembaga.

Sesuai Prosedur LSIH BBTPPI (P.7.9) 

 


Biaya Sertifikasi

 


Dokumen/Form Aplikasi

  1. Lampiran Ketentuan Penggunaan Lisensi, Sertifikat, dan Tanda Kesesuaian (4/1)
  2. Persyaratan Kompetensi Personil (6/1)
  3. Prosedur Penggunaan  Lisensi, Sertifikat, dan Tanda Kesesuaian (4.1)
  4. Prosedur Penanganan Permohonan Sertifikasi (7.2)
  5. Prosedur Evaluasi Sertifikasi (7.3)
  6. Prosedur Keputusan Sertifikasi (7.4)
  7. Prosedur Survailen (7.6)
  8. Prosedur Evaluasi Ulang (7.7)
  9. Prosedur Pemberian, Pemeliharaan, Perluasan, Pengurangan, Penghentian, Pembekuan dan Pencabutan Sertifikasi (7.9)
  10. Instruksi Kerja Pelaksanaan Audit (7.3.1)