Jl. Ki Mangunsarkoro No. 6, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
024 - 8316315, 8450651
(024) 8414811
082134525006
LOGIN PELANGGAN
BERITA POPULER

Sertifikasi Industri Hijau akan Digratiskan

01 Nov 2016 10:10:00

Sumber : Website Kementerian Perindustrian dari Media Indonesia

Kementerian Perindustrian mendorong pola industri hijau sebagai upaya mendongkrak ....

Kebijakan Industri Nasional

24 Mei 2017 11:30:55

Visi pembangunan Industri Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional ....

BBTPPI menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi ISO 9001:2015

16 Agu 2016 13:00:00

Pada tahun 2015, ISO melakukan revisi beberapa standard manajemen atas persyaratan yang ditetapkan. Perkembangan terhadap pengelolaan resiko atas ....

Abstrak Penelitian Tahun 2016

29 Agu 2018 09:05:43

PILOT PROJECT REAKTOR ELEKTROKATALITIK SEBAGAI UNIT PEREDUKSI POLUTAN WARNA TERLARUTPADA AIR LIMBAH INDUSTRI

 Abstrak

 

Pengolahan air limbah industri pewarnaan masih menjadi bagian yang penting untuk ditingkatkan sehingga dampak pencemaran dapat dihindari dan tehnik pengolahan dapat dioperasikan dengan mudah. Oksidasi lanjut berdasarkan prinsip elektrokimia merupakan metode simpel dan mampu mendegradasi senyawa polutan warna menjadi senyawa sederhana tanpa produk samping (sludge) sehingga sangat menjanjikan untuk diterapkan. Pilot project reaktor tabung elektrokatalitik menjadi tahapan implementasi teknologi elektrodegradasi polutan yang dibuang industri pewarnaan sehingga potensi peluang penggunaanya terukur lebih nyata.  Reaktor dibuat dan disusun dalam 6 unit tabung (1,2 m3). Masing-masing unit tabung ditempatkan sedemikian rupa sehingga akan menghasilkan reaktor yang simple dan compact. Elektroda silinder oksida logam yang dibuat dengan metode elektrodeposisi dan bras printing diharapkan menghasilkan bentuk kristal difungsikan sebagai anoda dan berpasangan dengan stainless sebagai katoda. Jarak anoda katoda dibuat menjadi 3 cm dan dipasang secara vertikal dalam tabung reaktor sehingga terbagi merata diseluruh ruang tabung tersebut. Rasio antara luas permukaan anoda terhadap volume reaktor sebesar 6,28 m2/m3. Setiap unit tabung dilengkapi dengan pengaduk yang dihubungkan dengan motor melalui fan belt sehingga transfer massa polutan dan oksidator terbentuk semakin efektif. Reaktor elektrokatalitik telah mampu mereduksi polutan warna hingga persentase 79%. Mekanisme oksidasi polutan telah berlangsung melalui Cl2/HClO/ClO- yang terbentuk oleh anoda dalam reaktor. Daya rusak oksidator ini tidak hanya pada gugus warna tetapi juga pada struktur senyawa yang terbukti dari penurunan nilai COD. Efektifitas reaktor ditentukan oleh konsentrasi garam, tingkat keasaman, tegangan terpakai dan waktu tinggal. Penambahan konsentrasi garam akan memperbesar jumlah oksidator dalam reaktor. Tingkat keasaman air limbah telah mempengaruhi kinerja reaktor yang berkorelasi terhadap kesetimbangan spesies oksidator. Pada kondisi operasi dimana konsentrasi garam 3500 mg/L, pH 5 dan waktu tinggal 1,5 jam maka diperoleh kualitas air limbah yang telah memenuhi baku mutu industri tekstil. Total ongkos operasional reaktor elektrokatalitik dalam mengolah air limbah sebesar Rp 6648/m3.


 

PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK DENGAN UPFLOW ANAEROBIC SLUDGE BLANKET (UASB) DI INDUSTRI KECAP

Bekti Marlena, Cholid Syahroni, Sartamtomo, Nur Zen

Abstrak

 

Telah dilakukan penelitian pengolahan limbah industri kecap dengan menggunakan UASB. Dua reaktor UASB yang terbuat dari stainless steel dengan volume masing-masing 1,165 m3 disusun secara seri. Air limbah yang diolah merupakan buangan dari proses produksi kecap dengan nilai COD dari 2.709 sampai 21.684 mg/L. Uji coba dilakukan dengan kecepatan alir 2,9 m3/hari dan 0,7 m3/hari dengan waktu tinggal (Hydraulic Retention Time) masing-masing 19 jam dan 80 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada percobaan dengan waktu tinggal 19 jam dan kecepatan beban COD rata-rata 11.114 kg/hari, dapat menurunkan nilai COD hingga 70% dengan penurunan beban COD rata-rata adalah 2.842 kg/m3 hari. Percobaan dengan waktu tinggal 80 jam dengan kecepatan beban COD rata-rata adalah 2.837 kg/hari diperoleh hasil penurunan COD hingga 78% dan penurunan beban COD rata-rata adalah 1.335 kg/m3hari, sedangkan untuk kecepatan beban COD rata-rata 2.593 kg/hari diperoleh hasil berturut-turut 76% dan 1.298 kg/m3 hari. Jika dibandingkan dengan kinerja sistem anaerobik yang telah dimiliki oleh industri, maka reaktor UASB hasil penelitian memiliki keunggulan ditinjau dari waktu tinggal dan penurunan beban COD, meskipun persen penurunan COD masih lebih rendah.

 

Kata kunci : anaerobik, UASB, limbah organik, industri kecap

 


 

OPTIMASI PROSES PENENTUAN KADAR KARET KERING BERBASIS COLORMETER PADA INDUSTRI KARET RIBBED SMOKED SHEET

Ikha Rasti Juliasari, Januar Fatkhurrahman, Farida Crisnaningtyas, Moch. Syarif Romadhon

Abstrak 

 

Karet alam sebagai salah satu komoditas utama di Indonesia merupakan komponen industri hilir yang tidak tergantikan oleh karet sintetis. Salah satu produk karet alam yang menjadi unggulan dan dikelola oleh perusahaan perkebunan negara di Indonesia adalah Ribbed Smoked Sheet (RSS). Proses produksi RSS yang sampai saat ini masih belum optimal dan menjadi perhatian khusus terutama pada pemakaian bahan kimia. Bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi akan mengakibatkan buangan bahan kimia ke lingkungan yang dapat mencemari dan menimbulkan efek negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Salah satu proses yang membutuhkan bahan kimia adalah penentuan Kadar Karet Kering (KKK) yang menggunakan asam formiat. Nilai KKK ini akan menentukan kebutuhan air proses di tahapan proses selanjutnya. Terobosan teknologi dalam penentuan KKK ini diharapkan mampu mengeliminasi permasalahan lingkungan terkait buangan bahan kimia.

Penelitian ini mempunyai ruang lingkup meliputi; identifikasi permasalahan, konstruksi peralatan, uji performa awal peralatan, trial peralatan, konstruksi ulang peralatan, verifikasi peralatan, konstruksi mikrokontroller, dan verifikasi peralatan berbasis mikrokontroller. Lokasi kegiatan penelitian ini, sekaligus sebagai sumber sampel uji merupakan perkebunan milik PTPN IX di Batujamus Karanganyar. Sampel uji berupa lateks secara umum dianalisis melalui dua perlakukan, menggunakan metode ISO 126 sebagai metode standar penentuan KKK dan metode colorimetri berbasis light scattering. Hasil analisis KKK pada kedua metode tersebut dibandingkan dan dianalisis least square sebagai bagian dari verifikasi hasil penentuan KKK pada metode colorimetri berbasis light scattering.

Hasil kegiatan penelitian ini menunjukkan tidak berbeda nyata antara analisis KKK pada penentuan KKK menggunakan metode ISO 126 terhadap metode colorimetri berbasis light scattering. Keakuratan hasil dari metode colorimetri berbasis light scattering dapat digunakan sebagai penentuan nilai KKK pada lateks  dan mudah dalam pengoperasian. Penerapan metode ini tanpa penggunaan bahan kimia yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Metode ini diharapkan mampu menggantikan metode yang telah ada dan digunakan diindustri.