Jl. Ki Mangunsarkoro No. 6, Semarang
024 - 8316315, 8450651
(024) 8414811
082134525006
LOGIN PELANGGAN
BERITA POPULER

Sertifikasi Industri Hijau akan Digratiskan

01 Nov 2016 10:10:00

Sumber : Website Kementerian Perindustrian dari Media Indonesia

Kementerian Perindustrian mendorong pola industri hijau sebagai upaya mendongkrak ....

Kebijakan Industri Nasional

24 Mei 2017 11:30:55

Visi pembangunan Industri Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional ....

BBTPPI menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi ISO 9001:2015

16 Agu 2016 13:00:00

Pada tahun 2015, ISO melakukan revisi beberapa standard manajemen atas persyaratan yang ditetapkan. Perkembangan terhadap pengelolaan resiko atas ....

Abstrak Penelitian Tahun 2014

19 Jun 2017 14:06:19

PENGEMBANGAN METODE ANALISIS PARAMETER MINYAK DAN LEMAK PADA CONTOH UJI AIR

Setyani Hardiani Sunardi, Aris Mukimin

 

ABSTRACT


Minyak dan lemak merupakan parameter yang konsentrasi maksimumnya dipersyaratkan untuk air limbah industri dan air permukaan. Analisis infra merah dan gravimetri adalah dua metode standar yang  hingga  saat  ini  digunakan. Kelemahan metode-metode tersebut  yaitu  penggunaan pelarut CCl4(metode IR) dan daerah konsentrasi analisis yang besar (metode gravimetri) sehingga penting dilakukan penelitian penggunaan pelarut lain dan penurunan limit deteksi, khususnya metode gravimetri. Pelarut C2Cl4  dan S316 digunakan sebagai pelarut ekstraksi pada metode IR  karena tergolong pelarut yang masih direkomendasikan untuk penggunaannya. Variasi volume sampel dan tahapan ekstraksi dengan n-heksan sebagai pelarut dilakukan untuk pengembangan metode gravimetri sehingga mampu menurunkan limit deteksi di bawah 10 mg/L. Jenis minyak yang digunakan sebagai sampel yaitu minyak nabati dan minyak mineral. Pada pembacaan absorbansi pelarut C2Cl4 dan S316 menunjukkan level respon yang sangat tinggi yaitu 18 mg/L (C2Cl4) dan 15 mg/L (S316) sehingga tidak bisa digunakan untuk analisis minyak dengan metode infra merah. Pada metode gravimetri diperoleh persen  recovery  92,28%  (sampel  minyak  nabati)  dan  99,25%  (sampel minyak  mineral)  dengan konsentrasi analit sebesar 0,9 mg/L dan 0,88 mg/L. Nilai persen recovery tersebut diperoleh pada volume sampel 2000 mL dan teknik ekstraksi 4 tahap dengan limit deteksi 0,5639 mg/L dan 0,4736 mg/L sehingga pengembangan metode gravimetri ini layak digunakan untuk analisis sampel air limbah dan air permukaan.

KEYWORDS


Minyak dan Lemak; Ekstraksi; gravimetri; Infrared
 

PENGARUH H2O2, PH DAN SUMBER SINAR PADA DEGRADASI AIR LIMBAH PEWARNA INDIGO MENGGUNAKAN KATALIS TIO2

D Djarwanti, Cholid Syahroni

 

ABSTRACT


Tujuan dari penelitian adalah mengkaji sampai sejauh mana pengaruh peroksida, pH dan sumber sinar lampu UV dan sinar matahari dalam proses degradasi fotokatalisis terhadap air limbah indigo menggunakan reaktor rotating drum . Tahapan penelitian adalah : pembuatan katalis TiO2 /Ti secara anodizing, karakterisasi katalis melalui uji XRD dan SEM dilanjutkan dengan degradasi fotokatalisis air limbah pewarna indigo Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa struktur kristal adalah anatase dengan ukuran 4 – 17 nm. Bentuk Kristal nanotube berdiameter 100 nm. Hasil degradasi secara fotokatalitik dengan variasi penambahan hidrogen peroksida menunjukkan hasil terbaik pada  penambahan peroksida 0,1% volum.  Variasi pH tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap degradasi sampel limbah indigo baik itu pH asam maupun basa. Degradasi di bawah sinar matahari memberi efek lebih baik dibanding dengan lampu UV.

KEYWORDS


fotokatalisis; H2O2; pH; air limbah indigo; TiO2/Ti
 

 

MODIFIKASI PERALATAN SAMPLING HVAS PORTABEL UNMODIFIKASI PERALATAN SAMPLING HVAS PORTABEL UNTUK ANALISIS TOTAL PARTIKULAT DI UDARA AMBIENTUK ANALISIS TOTAL PARTIKULAT DI UDARA AMBIEN

Agung Budiarto

 

ABSTRACT


High Volume Air Sampler (HVAS) adalah alat pengambil sampel partikulat di udara ambien yang memiliki prinsip kerja dengan sistem vakum dengan menarik udara lingkungan sekitar melalui inlet dengan ukuran-selektif dan melalui filter berukuran 20,3 x 25,4 cm (8” x 10”) pada laju alir 1.132 liter/menit. Pada standard US-EPA (United States Environmental Protection Agency) sering menemui alat sampling yang digunakan memiliki bentuk yang besar (45,5” x 22,5” x 20”) dan berat sekitar 15-20 kg, sehingga timbul ide penelitian untuk membuat desain modifikasi alat pengambil sampel partikulat ambien dengan bentuk yang lebih fleksibel, ringan dan ringkas dengan menggunakan metode uji Gravimetri. Tahap awal penelitian ini adalah melakukan identifikasi peralatan HVAS standard dan peraturan yang mengatur tentang pengujian partikulat. Kemudian merubah bentuk fisik luarnya (memperkecil) tanpa merubah fungsi yang ada didalamnya dan diuji coba bersamaan kinerjanya. Hasil uji coba diolah menggunakan statistik. Dengan menggunakan hasil identifikasi HVAS standard EPA, maka didapat desain modifikasi HVAS dengan dimensi unit utama 15,35” x 15,35” x 10” (PxLxT), kaki knockdown sepanjang 4,5” dari hollow 4x4cm sebanyak 12 buah, dan memiliki berat total sekitar 23 lbs / 10,58 kg.Keseluruhan proses pembuatan alat ini hanya memerlukan biaya sebesar Rp.11.350.000,-. HVAS modifikasi memiliki kemampuan yang tidak beda nyata dengan HVAS existing berdasarkan nilai Anova, dimana nilai P =0,985. HVAS modifikasi yang didesain telah memenuhi standard dengan bentuk lebih kecil dan lebih ringan, sehingga bisa memudahkan dalam penyimpanan dan mobilisasi pengujian sampel partikulat ambien. Berdasarkan penggunaan material untuk pembuatan HVAS modifikasi didapatkan angka yang lebih murah karena reduksi material pembentuk rangka HVAS. HVAS modifikasi dapat dipergunakan sebagai alat sampling untuk pengujian sampel partikulat di udara ambien.

KEYWORDS


HVAS modifikasi; Partikulat; Portabel
 

 

PROFIL SEBARAN GETARAN DI LINGKUNGAN INDUSTRI MESIN MINUMAN

Januar Arif Fatkhurrahman, Moch Syarif Romadhon

 

ABSTRACT


Kinerja mesin produksi pada industri mesin minuman, terutama pada mesin pencetak menimbulkan getaran mekanik yang merambat ke lingkungan kerja. Efek getaran yang merambat pada lingkungan kerja dapat dianalisis berdasarkan gangguan terhadap kenyamanan kerja terhadap jarak rambat getaran. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dengan tahapan; pengambilan data getaran, analisis efek getaran terhadap ukkan kenyamanan kerja berdasar frekuensi dan jarak rambat getaran, dan pendekatan persamaan matematis terhadap tingkat getaran pada profil mesin pencetak di industri mesin minuman. Dari hasil analisis efek getaran terhadap kenyamanan kerja, rambat getaran semakin melemah seiring dengan jarak, paparan tertinggi getaran terjadi pada jarak 6 – 12 meter dari sumber getaran, penggunaan matlab digunakan untuk melihat profil  Rambat Getaran terukur dilihat dari persamaan matematis rambat getaran. Profil Rambat Getaran hasil pengukuran belum cukup equal dengan persamaan matematis rambat getaran, dikarenakan banyaknya traksumber gangguan getaran lain di sekitar lokasi pengukuran.

KEYWORDS


profil rambat getaran; frekuensi; matlab
 

 

KARAKTERISTIK CEROBONG BOILER INDUSTRI DI PROPINSI JAWA TENGAH SEBAGAI BENTUK UPAYA PENTAATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Ikha Rasti Juliasari, Januar Arif Fatkhurrahman

 

ABSTRACT


Industri dalam proses produksinya tidak lepas dari pemakaian bahan bakar baik minyak, batubara, maupun gas untuk menjalankan unit proses yang ada, dari mulai heater, boiler, oven, generator set (genset) sampai incenerator dimana dalam pembakaran menghasilkan emisi. Emisi ini dikeluarkan ke lingkungan melalui cerobong udara, dimana pembangunannya mengacu dalam Keputusan Kepala Bapedal Nomor Kep. 205/ Bapedal/ 07/ 1996 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran cerobong di wilayah Propinsi Jawa Tengah dalam 4 level keterlaksanaan pemantauan kualitas udara sebagai bagian kriteria aspek pentaatan dalam PROPER. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lingkup penelitian dibatasi pada 30 cerobong boiler industri di Propinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik cerobong boiler industri di Propinsi Jawa Tengah 66,67% telah memenuhi persyaratan dasar pengambilan contoh udara emisi sebagai salah satu prasyarat pentaaatan lingkungan; 20% industri sudah memiliki lubang sampling tanpa adanya platform atau kelengkapan tambahan; 6,67% sudah lengkap dengan fasilitas tambahan dan hanya 6,67% dari populasi sampel yang belum mempunyai persyaratan dasar pengambilan contoh.

KEYWORDS


karakteristik cerobong boiler; pentaatan udara; industri jawa tengah
 

 

PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TEH BOTOL DENGAN TEKNOLOGI BIOLOGIS ANAEROBIK UASB – WETLAND

Misbachul Moenir, S Sartamtomo, Sri Moertinah

 

ABSTRACT


Industri minuman ringan merupakan salah satu industri yang mengeluarkan air limbah dengan beban organik yang cukup tinggi. Sistem pengolahan air limbah yang berkategori low rate seperti sistem activated sludge yang sekarang diterapkan di industri kurang sesuai lagi untuk mengolah air limbah yang mengandung cemaran organik tinggi dan bersifat kompleks terlarut. Sistem Up-flow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) adalah salah satu proses anaerobik dengan efisiensi tinggi yang dapat beroperasi pada beban organik tinggi. Proses pengolahan dengan wetland sebagai pengolahan lanjutan dapat menurunkan kadar cemaran organik lebih lanjut. Pada penelitian digunakan air limbah yang berasal dari salah satu industri teh botol di Jawa Tengah. Sumber mikroba anaerob yang digunakan sebagai seeding reaktor UASB (2 unit paralel) berasal dari lumpur anaerob yang terbentuk pada pengolahan air limbah industri tahu yang telah berfungsi dengan baik. Waktu tinggal dalam reaktor UASB secara total selama 19 jam dengan debit 2.297 l/hari. Pengolahan lanjutan dari reaktor UASB dilakukan dengan pengolahan wetland

Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor UASB I dan II dapat mereduksi COD dengan efisiensi tertinggi 88,51% dan pengolahan dengan wetland tertinggi 85,02%, selanjutnya pengolahan air limbah dengan kombinasi UASB dan wetland dapat mereduksi beban cemaran COD antara 97,65 – 98,90 %  dan hasil effluen sudah memenuhi baku mutu air limbah industri minuman dalam botol menurut Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012,  yaitu COD = 35,44 mg/l, TSS = 16 mg/l, dan BOD5 = 13,44 mg/l.

KEYWORDS


air limbah industri teh botol; pengolahan biologi; anaerob UASB; wetland; effluen memenuhi baku mutu
 

 

PEMANFAATAN LIMBAH CAIR GARAM BAHAN BAKU 30˚ BE UNTUK PENGASINAN IKAN GABUS RENDAH NACL DAN MENGANDUNG MG

Nilawati Nilawati

 

ABSTRACT


Pengasinan merupakan metode pengawetan yang sudah lama dengan menggunakan garam krosok namun pengasinan dengan  limbah cair garam 30˚ Be belum banyak dilakukan. Keuntungan dengan metode ini akan menghasilkan produk ikan asin yang rendah NaCl dan tinggi kandungan Mg. Penelitian ini menggunakan 1 variabel yaitu konsentrasi limbah cair garam 30˚ Be  yaitu B0 (0 persen- kontrol), B10 (10 persen). B20 (20 persen), B30 (30 persen),  B40(40 persen), B50 (50 persen)  dan kontrol  B100 (100 persen)  serta kontrol pembanding penggaraman kering dengan garam bahan baku G100 (100 persen) atau dikenal garam krosok. Hasil penelitian diperoleh kandungan NaCl murni pada pemakaian larutan 30˚ Be sebanyak 10 persen  sebesar 6,952 persen. Dan pada konsentrasi limbah cair garam 30˚ Be dengan konsentrasi   50 persen diperoleh kndungan NaCl murni sebesar 15,478 persen, namun untuk kontrol yang menggunakan garam krosok maka NaCl nya paling tinggi, sedangkan kontrol dengan 100 persen larutan 30˚ Be kandungan NaCl murninya sampai 25,134 persen, yang menggunakan garam bahan baku  kandungan NaCl sebesar 43,864 persen.  Perlakuan yang terbaik diperoleh pada pemakaian larutan garam 30˚ Be pada konsentrasi 40 persen. Kandungan Magnesium pada     penelitian ini berkisar antara 0,387 Sampai  3,444  persen.  Perlakuan mulai konsentrasi 30 persen keatas   penampakan ikan asin putih kecoklatan , empuk, bersih, namun kalau dibawah 30 persen penampakannya kecoklatan muda, daging liat agak keras namun NaCl nya rendah

KEYWORDS


air limbah garam 30˚ Be; rendah NaCl; pengasinan ikan